Berdasarkan pantauan detikbandung, Rabu (29/5/2008) di depan rumah tersebut tidak tampak adanya plang atau papan yang menunjukan bahwa rumah itu adalah yayasan.
Kondisi gerbang rumah dalam keadaan tergembok. Di dalam terlihat sepi. Meski sudah petang lampu rumah masih padam. Ada tiga buah motor terparkir di pekarangan.
Menurut penuturan tetangga dekat dirinya tidak tahu menahu rumah tersebut adalah yayasan. "Setahu saya dikontrak oleh keluarga Pak Bobon," ujarnya. Rumah tersebut kadang ramai dikunjungi orang.
Hal berbeda dinyatakan salah satu petugas keamanan komplek yang juga enggan disebut namanya. Menurutnya, Bobon sudah mengontrak rumah tersebut sekitar setahun.
Sepengetahuan dirinya rumah tersebut memang yayasan. "Awal-awal Pak Bobon ngasih saya kartu nama. Pak Bobon mengatakan kalau ada yang menanyakan Yayasan Galuh Pakuan tanyakan tunjukan alamat rumahnya," ujarnya.
Dia mengaku tidak tahu menahu mengenai aktivitas yayasan tersebut. Kadang dilihatnya ada beberapa orang yang bertamu.
"Setahu saya kalau atas nama yayasan harus ada izin dari RT tapi ini nggak ada sama sekali. Jadi saya anggap rumah biasa aja untuk tempat tinggal keluarga," terangnya.
Ditambahkannya, tadi siang ada seseorang yang juga menanyakan alamat Yayasan Galuh Pakuan. (afz/ndr)











































