Berobat ke Luar Negeri Hilangkan Devisa Rp 20 Triliun

IDI:

Berobat ke Luar Negeri Hilangkan Devisa Rp 20 Triliun

- detikNews
Kamis, 29 Mei 2008 19:33 WIB
Jakarta - Jika bangsa Indonesia mengeluarkan US$ 10 ribu hingga 20 ribu untuk berobat ke Singapura hingga 2010, Indonesia dapat merugi sekitar Rp 20 triliun. Padahal saat ini banyak rakyat yang mampu memilih ke luar negeri.

Singapura memang sudah menargetkan di tahun 2012 sebanyak 1 juta warga negara asing yang berobat ke negaranya. Dan pada tahun 2006 sudah mencapai 400.000, dengan perhitungan setiap tahun ditargetkan tambahan warga negara asing yang berobat rata-rata lebih dari 100.000

"Angka tersebut kemungkinan akan tercapai di tahun 2010," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI Fachmi Idri saat Indo Medica Expo, di Jakarta, Kamis (29/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fachmi, jika tahun 2010 tersebut semua warga negara asing yang berobat adalah bangsa Indonesia, dengan perhitungan rata-rata biaya di keluarkan 10.000 sd 20.000 US $ (untuk biaya transport, penginapan, pengobatan), maka total devisa negara yang hilang mencapai hampir 20 triliun rupiah.

"Sebuah angka yang fantastis, angka ini melebihi dana APBN yang ada sepanjang sejarah budget kesehatan sejak republik ini merdeka," imbuh dia.

Menurut Fachmi, kalau devisa tersebut dapat dikelola dengan baik oleh fasilitas pelayanan kesehatan negeri ini, tentu akan sangat membantu anak bangsa.

"Berapa banyak tenaga kerja yang terserap di dalam entitas pelayanan kesehatan kita, berapa banyak industri pendukung yang turut berkembang, industri obat-obatan, industri penunjang lainnya, laundry, makanan, serta yang paling penting berapa banyak keluarga-keluarga Indonesia yang dapat terhidupi dari perkembangan entitas layanan kesehatan kita," urai dia. (mly/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads