Simulasi Garuda Jatuh di Air Dibuat Seperti Alami

Simulasi Garuda Jatuh di Air Dibuat Seperti Alami

- detikNews
Kamis, 29 Mei 2008 18:07 WIB
Jakarta - Petir menyambar bersahut-sahutan. Hujan disertai angin kencang mengganas dalam naungan langit yang gelap gulita. di kejauhan tampak pesawat terbang milik Garuda Indonesia tidak bisa terkendali. Setelah bekerja keras, sang pilot berhasil mendaratkan pesawat naas itu di atas permukaan air. Simulasi yang digelar Garuda ini dibuat mirip kejadian sebenarnya.

Seiring derasnya air yang mulai memasuki kabin, dua pintu darurat di samping kanan pesawat bisa terbuka. Satu persatu, penumpang lengkap dengan pelampung dibantu pramugari loncat ke dalam air.

Suasananya sangat menegangkan karena gelap dan gelombang air yang cukup tinggi. Setelah berjuang sekitar 2 menit, semua penumpang dan awak berhasil mencapai perahu karet kuning persegi enam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan tubuh menggigil, mereka berlindung di dalam perahu dinaungi terpal oranye bak tenda. Setelah mengarungi hamparan air, sontak tepuk tangan bergemuruh saat perahu karet menyentuh daratan.

Demikian bagian simulasi menghadapi keadaan darurat bagi awak kabin Garuda Indonesia. Orang-orang yang ikut simulasi juga adalah pramugari dan pramugara yang rutin berlatih tiap 6 bulan sekali.

Wajah-wajah kepala sekolah yang mengikuti acara Field Trip bersama Garuda dan Penerbit Erlangga-pun berubah dari tegang menjadi senang. Mereka melambaikan tangan ke arah pramugari-pramugara yang berjumlah sekitar 20 orang itu.

Lokasi simulasi yang berada di kompleks Garuda Indonesia Training Center (GITC), Jl Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat, itu tergolong lengkap. Gelombang diciptakan dari semburan air, hujan deras berasal dari pancuran, dan suara deru angin keluar dari tata suara yang mantap.

Kabin tempat keluar juga berbentuk potongan nyata pesawat, lengkap dengan logo Garuda. Hamparan air juga tersedia di kolam renang fasilitas simulasi indoor tersebut. "Ini bukan calon, tapi pramugari yang rutin latihan di sini," kata seorang petugas simulasi, Kamis (29/5/2008). (gah/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini