Seiring derasnya air yang mulai memasuki kabin, dua pintu darurat di samping kanan pesawat bisa terbuka. Satu persatu, penumpang lengkap dengan pelampung dibantu pramugari loncat ke dalam air.
Suasananya sangat menegangkan karena gelap dan gelombang air yang cukup tinggi. Setelah berjuang sekitar 2 menit, semua penumpang dan awak berhasil mencapai perahu karet kuning persegi enam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian bagian simulasi menghadapi keadaan darurat bagi awak kabin Garuda Indonesia. Orang-orang yang ikut simulasi juga adalah pramugari dan pramugara yang rutin berlatih tiap 6 bulan sekali.
Wajah-wajah kepala sekolah yang mengikuti acara Field Trip bersama Garuda dan Penerbit Erlangga-pun berubah dari tegang menjadi senang. Mereka melambaikan tangan ke arah pramugari-pramugara yang berjumlah sekitar 20 orang itu.
Lokasi simulasi yang berada di kompleks Garuda Indonesia Training Center (GITC), Jl Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat, itu tergolong lengkap. Gelombang diciptakan dari semburan air, hujan deras berasal dari pancuran, dan suara deru angin keluar dari tata suara yang mantap.
Kabin tempat keluar juga berbentuk potongan nyata pesawat, lengkap dengan logo Garuda. Hamparan air juga tersedia di kolam renang fasilitas simulasi indoor tersebut. "Ini bukan calon, tapi pramugari yang rutin latihan di sini," kata seorang petugas simulasi, Kamis (29/5/2008). (gah/asy)










































