Tim Banyugeni Gencar Roadshow

Misteri Blue Energy

Tim Banyugeni Gencar Roadshow

- detikNews
Kamis, 29 Mei 2008 16:23 WIB
Yogyakarta - Di tengah polemik bahan bakar berbahan baku air atau hydrofuel alias blue energy, tim Banyugeni dari Pusat Studi Pengembangan Energi Regional (Pusper) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) gencar melakukan roadshow sosialisasi penggunaaan energi alternatif. Roadshow antara lain digelar di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta.

Sosialisasi energi berbahan baku air laut itu dilakukan terakhir kali pada hari Senin 26 Mei 2008 di Aula Bappeda Kabupaten Sleman di Beran. Hadir dalam acara itu tim peneliti dipimpin langsung konsultan ahli Drs Purwanto dan ketua tim peneliti Ir Bledug Kusumo Prasodjo MT.

Pemkab Sleman yang hadir adalah Kepala Bappeda P. Suyanto, Kepala Dinas Kimpraswilhub Ir Yuni Zafria dan Kepala Dinas Pengairan, Pertambangan dan Penanggulangan Bencana Alam (P3BA) Sleman Widi Sutikno, kepala camat se Sleman, LSM dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam acara itu, Purwanto mengatakan sejak Banyugeni dilaunching pada tanggal 13 Februari hingga bulan Mei ini, baru Pemkab Sleman yang merespons-nya. Selama ini belum ada respons positif dari pemerintah pusat maupun instansi terkait lainnya.

Saat roadshow,Β  tim Banyugeni juga membawa produk banyugeni sekitar 5 liter yang ditaruh dalam sebuah jeriken. Mereka memperagakan sebuah kompor, lampu teplok dan mesin pemotong rumput yang diisi menggunakan banyugeni. Kompor dan lampu teplok langsung menyala. Demikian pula mesin pemotong rumput juga bisa distarter.

Saat sesi tanya jawab, kata salah seorang peserta Dheva, banyak peserta yang menanyakan kepada tim peneliti mengenai proses kimia air laut hingga menjadi bahan bakar serta ongkos produksi. Namun tim belum bisa menjawab
secara rinci, hanya mengatakan menggunakan teknologi mekanotermal-elektrokemis.

Hal senada juga dikatakan Victorianus SP yang mengaku penasaran dengan penemuan itu. Dia merelakan sepeda motor akan dijadikan ujicoba banyugeni. Namun ujicoba itu tidak jadi dilakukan.

Menurut dia, saat itu bensin yang ada ditangki sepeda motornya tinggal setengah liter. Dia kemudian meminta kepada Purwanto untuk mengetes langsung. Namun oleh Purwanto, dia diminta menguras isi tangki terlebih dulu sebelum diisi banyugeni.

"Saya waktu itu tanya, kalau sudah isi banyugeni kemudian diisi bensin lagi, apakah ada pengaruhnya atau tidak, atau harus dikuras dulu lagi. Tapi pertanyaan saya belum dijawab dan akhirnya tidak jadi, entah kenapa," kata dia.

Sementara itu, Kepala P3BA Sleman, Widi Sutikno mengatakan pihaknya hanya memfasilitasi adanya pertemuan sosialisasi itu. Namun Pemkab Sleman belum bisa memutuskan apakah akan memberikan bantuan untuk riset tersebut atau akan menggunakan bahan bakar alternatif itu.

"Kita belum tahu secara jelas, apa yang diinginkan, apakah hanya sekedar sosialisasi saja atau dukungan lainnya," kata Widi. (bgs/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads