Mengingat tertutupnya Korut, sulit untuk membuktikan kebenaran kabar mengejutkan itu. Namun pemerintah Korsel membantah rumor tersebut.
"Rumor terbaru (tentang kematian Kim) itu tak berdasar," kata juru bicara Kementerian Unifikasi Kim Ho-Nyoun kepada wartawan di Seoul seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA) pada Kamis, 29 Mei ini memberitakan bahwa Kim baru saja mengadakan kunjungan ke sebuah pabrik tekstil di Kota Hamhung, Korut.
Situs lokal Korsel, NewsHakuk.com pada Rabu, 28 Mei malam waktu setempat menulis bahwa Kim telah terbunuh pada Senin, 26 Mei lalu. Namun situs berita itu kemudian mencabut beritanya pada Kamis ini tanpa penjelasan apapun.
Analis Kyobo Securities Lee Woo-Hyun kepada AFP membenarkan adanya rumor kematian Kim. "Namun para investor banyak yang mengabaikannya," tuturnya.
Hal senada disampaikan Masatoshi Sato, pialang di Mizuho Investors Securities di Tokyo. Dia juga mendengar soal rumor mengenai kematian Kim yang beredar di pasar saham Tokyo.
"Kalaupun itu benar, saya pikir itu tak akan berdampak signifikan pada pasar," ujarnya.
Kondisi kesehatan Kim telah lama menjadi sumber spekulasi luar negeri. Pejabat-pejabat dan media asing telah lama berspekulasi bahwa Kim sedang sakit. Pejabat intelijen Korsel yakin dia menderita diabetes dan masalah jantung. Kim seorang bekas perokok dan peminum alkohol kelas berat.
Kim pernah membantah rumor mengenai penyakitnya itu pada pertemuan puncak dua Korea di Pyongyang, Korut pada Oktober 2007 lalu. (ita/asy)











































