Okke menyatakan, hal itu saat dihubungi detikcom, Kamis (29/5/2008). Menurut Okke, PT Jasa Marga baru saja mendapat dana segar Rp 3,4 triliun dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
"Jadi tidak mungkin kami mengejar dana seperti itu. Apalagi itu tidak jelas asal-usulnya," ujar Okke.
Okke menyatakan, Jasa Marga dalam mencari sumber dana melalui cara-cara yang profesional berdasarkan aturan-aturan jelas. "Kita ini perusahaan BUMN, dalam mencari dana pun tidak bisa sembarangan," tutur Okke.
Okke mengaku tidak pernah mendengar nama Achmad Zaini maupun Yayasan Galuh Pakuan. Jadi tidak mungkin Jasa Marga meminjam atau mencari dana dari mereka.
"Yayasan apa itu tadi? Sebenarnya saya tidak usah jawab, anda pun sudah tahu jawabannya," ujar Okke sambil terkekeh.
(mar/fay)











































