Pantauan detikcom, Kamis (29/5/2008) pukul 15.30 WIB, sekitar 200 polisi sempat berbaris berjajar sambil memegang tambang putih dari traffic light Jalan Medan Merdeka Barat yang dekat dengan Kantor Menko Kesra. Polisi menghalangi pendemo agar tidak terlalu dekat dengan kompleks Istana.
Barikade polisi itu sempat membuat beberapa kendaraan yang akan menuju Thamrin dari arah Harmoni putar balik menuju arah Harmoni lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Heru Wibowo sempat adu argumen dengan Yoyok dari Aliansi Buruh Menggugat (ABM). Polisi menolak massa merangsek hingga depan Istana, karena hal itu melanggar hukum. Sedangkan Yoyok bersikeras para pendemo harus beraksi di depan Istana.
"Massa kalian nggak banyak, hanya ratusan. Kalian nggak boleh sampai ke depan Istana. Kalian sangat merugikan masyarakat. Kalau tetap memaksa, korlap kalian bisa ditangkap," ancam Heru.
"Kita bergerak bukan karena ada elit politik, makanya kita dihalang-halangi. Kita akan coba sampai depan Istana, rakyat harus berani," teriak Yoyok di hadapan massa menanggapi pelarangan polisi. (nvt/asy)










































