Luncurkan 'Beyond Parlemen' Yuddy Siap Jadi Capres

Luncurkan 'Beyond Parlemen' Yuddy Siap Jadi Capres

- detikNews
Kamis, 29 Mei 2008 14:30 WIB
Jakarta - Menjelang 2009 sejumlah politisi maju dan memperkenalkan diri sebagai tokoh yang layak menduduki kursi presiden. Anggota FPG DPR Yuddy Chrisnandi, misalnya.

Yuddy menyatakan kesiapannya maju sebagai capres untuk 2009 atau 2014 dalam peluncuran bukunya yang bertajuk 'Beyond Parlemen, dari Politik Kampus Hingga Suksesi Kepemimpinan Nasional' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (29/5/2008).

"Kalau Partai Golkar membuka konvensi, saya akan ikut konvensi untuk mewakili kaum muda. Itu konteks 6 bulan lalu. Konteks sekarang saya siap bertarung untuk Pak SBY sekalipun," ujar Menhan Kabinet Bayangan ini yang disambut tepuk tangan hadirin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kata pengantar di bukunya, Yuddy mengungkapkan, sangat terinspirasi oleh Barack Obama yang akan menjadi capres Partai Demokrat di Pemilu AS.

Yuddy memaparkan kesiapannya untuk menjadi presiden dengan agenda 5 K yaitu memerangi kemiskinan, kebodohan, korupsi, ketidakadilan, dan ketergantungan pada asing.

"Tidak masalah nanti dipilih atau tidak. Tapi itu sudah menunjukkan bahwa bangsa ini harus diperbaiki," ucapnya.

Menanggapi kesiapan Yuddy, anggota FPG Hajriyanto Tohari berharap Yuddy tidak terlalu vulgar menyampaikan kesiapannya. Meski demikian, keberanian Yuddy untuk mendeklarasikan diri sebagai capres diberinya acungan jempol.

"Kalau saat ini jangan terlalu terbuka. Agar orang-orang tidak tertawa terlalu lebar. Tapi Keberaniannya itu akan membuat dia dikenang oleh rakyat," tutur Hajriyanto.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari yang juga hadir dalam acara tersebut menilai, Yuddy tidak punya resistensi untuk maju sebagai Capres 2009. Karena Yuddy berasal dari Pulau Jawa, dengan suku Sunda.

"Dari segi primordial, Yuddy tidak ada hambatan. Tapi dia butuh traktat Indonesia masa depan agar dia diketahui masyarakat," kata Qodari.

Terkait judul buku Yuddy, Qodari menilai Yuddy tidak konsisten. Sebab Yuddy mencampur bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. "Perhatikan saja, Beyond Parlemen," celetuknya.

Bagaimana tanggapan Yuddy? "Biar dibaca dan dikritisi," kata Yuddy sembari tertawa. (nvt/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads