"Saya heran kok mukanya selalu tersenyum. Mukanya tidak merah meskipun penumpangnya kadang jahil dan menjengkelkan," tanya Kepala Sekolah SDN Cipinang 05 Pulo Gadung, RA Krisniati talkshow '100 Tahun Kebangkitan Nasional dan Field Trip Garuda' di Garuda Indonesia Training Center (GITC), Jl Raya Duri Kosambi, Jakarta Barat, Kamis (29/5/2008).
Krisniati mengaku sering kehilangan kesabarannya menghadapi anak didiknya yang nakal. Ia lalu mengisahkan pengalamannya naik pesawat. Dia melihat pramugari membersihkan bekas air seni penumpang di toilet pesawat tanpa jijik apalagi emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap lain yang dikagumi Krisniati dari pramugari adalah kesabarannya menghadapi penumpang jahil. Dia pernah melihat penumpang yang mencoba menarik tangan pramugari, bukannya marah, sang pramugari justru memberikan tangannya.
"Kalau saya sih, sudah saya gaplok," katanya.
Pramugari Senior Garuda Indonesia Dewi Handayani tampak tersenyum mendengar pertanyaan itu. Menurut perempuan yang sudah 21 tahun menjadi pramugari itu, kesabarannya adalah hasil pendidikan.
"Kita diberi pelatihan social grade. Penekanan (pendidikan) pada attitude dan behaviour," jelasnya.
Salah satu tips kesabaran pramugari adalah anggapan setiap penumpang memiliki hati nurani. "Penumpang yang emosi, kita tetap senyum. Mendengarkan, mencari win-win solution sampai penumpang memaklumi," terangnya.
Tips lainnya adalah berpikiran positif dalam setiap keadaan. Walaupun diakui Dewi itu sulit, tetapi pikiran positif membantu dirinya menghadapi segala macam sesuatu yang tidak diinginkan. (gah/fay)











































