"Tentu mereka punya hak untuk menetapkan itu. Tentunya hal itu ditetapkan sesuai dengan mekanisme partainya. Saya belum bisa memberikan jawaban. Saya harus melihat sejauh mana dulu," kata Akbar usai peresmian Akbar Tandjung Institute di Kompleks Liga Mas Indah Blok IA, Perdatam, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (29/5/2008).
Akbar masih mengharapkan pencalonannya di Pilpres 2009 melalui konvensi Partai Golkar. "Harus sesuai visi dan misi saya. Tetapi kalau tidak ada konvensi, saya harus lihat peluang-peluang itu. Tetapi saya belum tentukan," ujar mantan Ketua DPR ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar mengatakan terus menggalang komunikasi di daerah-daerah. "Pada bulan Mei saja kunjungan saya padat," cetus dia.
Rakernas PDIP di Makassar merekomendasikan 17 nama menjadi kandidat pendamping Mega. 17 Nama itu masih dirahasiakan. Sultan Hamengku Buwono X, Ryamizard Ryacudu, Din Syamsuddin, dan Akbar Tandjung disebut-sebut menjadi cawapres Mega. (aan/fay)










































