Hal itu dikemukakan dr. Trisasi Lestari, mahasiswa Phd Kesehatan Masyarakat pada Umea University Swedia, dalam Dialog Interaktif dengan tema "Retrospeksi dan Tantangan ke Depan", yang digelar KBRI Stockholm (25/5/2008) dalam rangka memperingati 100 tahun Harkitnas, bertepatan dengan Peringatan 80 Tahun Sumpah Pemuda dan 10 Tahun Reformasi.
Trisasi mengawali retrospeksi dengan mengenang nasionalisme yang sangat kuat dari para tokoh Kebangkitan Nasional yang berprofesi sebagai dokter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia memberikan contoh keberhasilan Indonesia untuk mendapatkan hak membuat vaksin flu burung, serta komitmen tinggi para tenaga kesehatan Indonesia di tengah-tengah berbagai tantangan dan hambatan.
"Di tengah-tengah berbagai kekurangan ternyata masih banyak hal positif yang membuktikan bahwa Indonesia bisa," demikian Trisasi.
(es/es)










































