Permintaan maaf itu disampaikan langsung oleh warga negara Amerika bernama Ryan (28) kepada pengurus masjid Al Muhsin di Komplek Asrama Pancasila Jl Sutomo Pekanbaru. Pertemuan itu berlangsung tadi malam, Rabu (29/05/2008) pukul 22.00 WIB.
Usai pertemuan di masjid, Ryan didampingi sejumlah pengurus yayasan les bahasa Inggris dan pihak PT Mutiara yang mempekerjakan Ryan menggelar jumpa pers.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak sponsor PT Mutiara, Ny Linda yang mewakili Ryan, mengklarifikasi, bahwa warga negara Amerika datang ke masjid tidak marah-marah. Kehadirannya ke masjid hanya karena merasa terganggu oleh bisingnya suara dari masjid. Sehingga Ryan mempertanyakan ada acara apa di masjid tersebut. "Tapi tidak ada melabrak," ucap Linda.
Linda mengakui bahwa Ryan bekerja sebagai guru bahasa Inggris di salah satu yayasan. Takut isu labrak pengajian ini dimafaatkan pesaing kursus bahasa Inggris lainnya yang ada di Pekanbaru, Linda eggan menyebutkan tempat Ryan bekerja.
"Saya kira tidak perlulah kami sebutkan di mana Ryan bekerja. Intinya kan Ryan sudah meminta maaf atas semua peristiwa itu. Mohonlah wartawan tidak mengembangkan ke isu yang lainnya," pinta Linda.
Sedangkan pihak pengurus masjid, ustadz Husein dalam pertemuan itu menjelaskan, kehadiran Ryan ke masjid memang merasa keberatan atas pengeras suara tersebut. Husein menyebutkan, warga di sekitar masjid selama ini tidak pernah ada yang keberatan dengan pendidikan subuh yang dilaksanakan setiap hari Minggu pagi.
"Selama ini warga tidak pernah ada yang komplain," kata ustadz Hesein. Namun demikian, antara pengurus Masjid Al Muhsin dengan warga negara AS itu sudah saling memaafkan. (cha/djo)











































