Kerajaan Nepal Akhirnya Dihapuskan, Rakyat Gembira

Kerajaan Nepal Akhirnya Dihapuskan, Rakyat Gembira

- detikNews
Kamis, 29 Mei 2008 12:34 WIB
Kathmandu - Rakyat Nepal merayakan era baru sebagai negara republik termuda di dunia. Warga beramai-ramai turun ke jalan-jalan di Kathmandu untuk merayakan hari bersejarah itu. Mereka bernyanyi-nyanyi, menari dan bersiul-siul gembira.

Nepal akhirnya menghapus sistem kerajaan yang telah dianut negara miskin itu selama 240 tahun. Raja Gayendra dan seluruh keluarganya diberi waktu 15 hari untuk meninggalkan istana.

Dalam sidang majelis konstitusi Nepal disetujui untuk menghapuskan sistem kerajaan dan menggantinya menjadi negara republik. Resolusi itu disetujui oleh 560 anggota majelis. Hanya empat suara yang menentang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua keistimewaan yang dinikmati raja dan keluarga kerajaan secara otomatis akan berakhir," demikian statemen majelis terpilih Nepal.

Resolusi ini merupakan kemenangan bagi kelompok gerilyawan Maoist yang telah lama memperjuangkan penghapusan monarki. Pemimpin Maoist, Prachanda kini menjadi orang paling kuat di Nepal. Pria itu akan segera memimpin pemerintahan baru Nepal.

Para pendukung Maoist menyambut gembira era baru ini. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/5/2008).

"Saya sangat senang," seru Rajesh Subedi, seorang mahasiswa berumur 21 tahun yang merupakan pendukung Maoist. "Ini hari paling penting dalam hidup saya," tutur pemuda itu.

"Kerajaan adalah akar penyebab kurangnya pembangunan dan karena itulah kami ingin menghapuskannya. Monarki tidak pernah melakukan apapun untuk rakyat. Secara moral ataupun hukum raja tidak berhak memimpin negara," kata Prasad Risal, seorang guru berumur 34 tahun.
(ita/nrl)


Berita Terkait