"Saya masuk ke sini ditanya, Pak Habibie masuk ke mari apa tidak trauma? Saya jawab saya masuk kemari untuk melakukan romantisme. Karena saat itu ada romantisme dan dinamika. Berdiskusi sampai jauh tengah malam memikirkan karya-karya nyata," ujar Habibie.
Habibie mengatakan itu dalam sambutannya yang langsung disambut tepuk tangan para senator, di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berpelukan dengan Ginandjar dan Irman, Habibie langsung berjalan menuju Gedung Nusantara V. Habibie pun berceletuk "Sudah hampir 10 tahun masih sama seperti dulu," ujarnya sambil melongok kanan-kiri. Ginandjar pun mengiyakan.
Belum banyak berbicara lagi, Habibie yang mengenakan batik cokelat langsung disambut Ketua Lemhanas Muladi dan dilanjutkan foto bersama dengan para senator dan Sekjen DPD Siti Nurbaya.
Dalam sambutannya Ginandjar menyatakan, sosok Habibie banyak yang bisa diteladani tidak hanya karena pengalaman dari menjabat menteri, Wakil Presiden dan Presiden tapi juga pengetahuannya.
"Dia itu adalah kakak senior saya. Beliau juga kakak saya karena sama-sama menjadi menteri tapi juga sekaligus menjadi bos karena pernah menjadi Wapres dan Presiden," ujar Ginandjar yang mengenakan jas hitam.
Ginanjar juga mengingatkan kepada publik akan sosok Habibie sebagai tokoh reformasi karena di tangan Habibie kebijakan melepaskan tahanan politik dilakukan.
"Beliau juga mencabut pembatasan pers dan membebaskan parpol-parpol seperti yang kita rasakan saat ini. Beliau itu Bapak Reformasi," ujarnya. (nik/ana)










































