"Pada 3 Juni 2008 sekitar pukul 21.47 WIB dan 4 Juni 2008 pukul 22.24 WIB akan terjadi air pasang," kata Kepala Bidang Infrastruktur Bank Dunia Hongjoo Hahm seperti diterjemahkan oleh Konsultan Infrastruktur Bank Dunia Risyana Sukarman di Kantor Bank Dunia, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/5/2008).
Air pasang tersebut khususnya terjadi di daerah pesisir, Pasar Ikan, Jakarta Utara. Selain itu, kemungkinan daerah Cengkareng arah ke Bandara Soekarno-Hatta juga akan terlanda air pasang karena daerahnya sangat rendah.
Peristiwa itu terjadi karena pemanfaatan lahan yang tidak beraturan, adanya penumpukan sampah yang dibuang ke sungai, dan diperparah dengan adanya siklus 18 tahunan yang disebut siklus astronomi.
"Kenaikan airnya sampai 1,21 meter," lanjut Hahm.
Menurut dia, pasang terjadi disertai angin dan badai. Namun diprediksi hujan tidak akan turun. "Kalau nanti hujan akan lebih parah lagi," sambung Hahm.
Bagaimana pencegahan air pasang? "Menggunakan sea defense supaya air laut tidak masuk ke darat. Itu seperti tanggul yang dibuat di laut agar air laut tidak sampai ke darat, tapi sebaliknya air darat bisa ke laut," jelas Hahm. (nvt/fay)











































