Β
"Tidak ada nelayan yang melaut. Kalaupun ada, dapat dihitung dengan jari," kata Dian Maulina, pendamping masyarakat dari SSFFMP (South Sumatera Forest Fire Management Project), yang baru pulang dari Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (29/05/2008). Sementara solar, kata Dian, sulit didapatkan atau langka di daerah itu.
Biaya sekali melaut, yang bisanya Rp 300 ribu, kini sekitar Rp 550 ribu, sejak kenaikan harga BBM beberapa hari lalu. Para nelayan di Sungsang, selain menangkap ikan adalah menangkap udang.
Selain itu, dalam beberapa pekan ini, sebelum harga BBM naik, para nelayan juga mengalami penurunan dalam penangkapan ikan. Bila bisanya, sekali melaut beberapa nelayan dapat menangkap udang sekitar 20 kilogram, dengan harga jual Rp 110 ribu per kg untuk besar, dan Rp 20 ribu per kg ukuran kecil. "Kini tangkapan mereka lebih kecil," kata Dian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dian berharap, seperti juga halnya para nelayan, pemerintah harus benar-benar memperhatikan soal subsidi BBM terhadap para nelayan. "Kontrol juga harus dijalankan. Kasihan mereka," kata Dian. (tw/djo)











































