"Kita ingin membangun format koalisi yang visioner. 5 tahun ke depan bukan model koalisi yang pragmatis," kata ketua FPG Ferry Mursidan Baldan kepada detikcom, Kamis (29/5/2008).
Menurut Ferry, koalisi yang terbangun selama ini hanya didasarkan pada kepentingan sesaat untuk meloloskan calon tertentu. Model seperti ini, dinilai rawan karena koalisi tidak lama.
"Dengan usulan 30 persen, diharapkan calon yang muncul benar-benar berkualitas dan dapat bertarung fair di masyarakat," katanya.
Ferry juga membantah usulan itu untuk menghadang laju capres dari partai-partai kecil dan baru. Menurut dia, berdasarkan prediksi, Partai Golkar juga tidak akan mampu mencapai perolehan 30 persen dari jumlah suara yang sah.
"Tidak benar kita ingin menghadang mereka. Dari prediksi, Golkar juga tidak mungkin mencapai angka itu. Ini hanya untuk memperbaiki koalisi," tandasnya.
(ken/fay)











































