Alhasil, iklan tersebut menuai respon negatif dari istana. Pihak pemerintah menilai pernyataan Wiranto dalam iklan tersebut sangat tendensius dan tidak etis.
"Tuduhan tersebut tidak berdasar, apalagi jika saya dianggap menyesatkan dan tidak mengedepankan etika," kata Wiranto Wiranto dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (28/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam konteks ini penyampaian dalam bentuk iklan sebenarnya secara subtansial tidak berbeda dengan aksi demontrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa," imbuhnya.
Berdasarkan data yang dimilikinya dari situs presidensby.info, Presiden SBY pernah berucap tidak akan menaikan harga BBM. Namun, pernyataan tersebut diralat menjadi 'Pemerintah terus mencari solusi terbaik'. (Ari/ken)











































