Informasi yang diterima detikcom, Rabu (28/5/2008), ketiga mahasiswa yang hilang itu adalah Yahya Maulana (mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar), Rauf (mahasiswa UIN Alauddin), dan Hendra (mahasiswa UIN Alauddin).
Berdasarkan kronologi yang dibuat oleh mahasiswa UIN Alauddin, Yahya Maulana menghilang sejak pukul 19.00 Wita, Selasa (27/5/2008) kemarin. Diduga Yahya ditangkap polisi setelah beberapa jam sebelumnya mengikuti aksi bersama dengan mahasiswa UIN menolak kenaikan harga BBM.
Kemudian, pada pukul 00.18 Wita, Rabu (28/5/2008), Rauf yang merupakan Ketua BEM Fakultas Syariah UIN Alauddin dan Hendra yang merupakan Ketua HMI Komisariat Fakultas Syariah UIN Alauddin, juga tiba-tiba hilang. Terakhir, Rauf dan Hendra diketahui berkumpul di kafe Gapensi yang terletak di depan Benteng Ujung Pandang. Saat itu, keduanya menuju kafe tersebut dengan berboncengan naik sepeda motor Yamaha F1ZR warna putih dengan nomor plat DD 3682 VT.
Menurut Rizal, salah satu mahasiswa UIN Alauddin, rekan-rekan mahasiswa sudah menghubungi telepon genggam Rauf dan Hendra. Namun, telepon keduanya tak bisa dihubungi. Pihak keluarga juga tidak mengetahui di mana keberadaan tiga mahasiswa itu.
PR III UIN Alauddin, Salehudin Yasin, telah menginstruksikan kepada para mahasiswa untuk mencari terlebih dulu para mahasiswa yang hilang itu. "Kalau memang ternyata mereka betul hilang, kami berusaha mempersiapkan tim pencarian. Saya juga sudah menghubungi pihak kepolisian, tapi kata mereka, tidak ada yang diculik," kata Salehudin.
Sementara itu Kapolres Makassar Timur AKBP Kamaruddin membantah isu bahwa polisi telah menculik mereka. Menurut Kapolres, isu bahwa tiga mahasiswa itu diculik polisi hanyalah isu murahan. "Tidak betul mereka diculik oleh polisi. Mereka bikin isu miring buat menekan pihak kepolisian yang ujung-ujungnya minta copot Kapolres. Saya sendiri tidak terpengaruh," kata Kapolres.
Meski begitu, Kapolres akan tetap melakukan penyelidikan apakah memang benar ada 3 mahasiswa yang hilang. "Kami juga akan menyelidiki siapa yang membuat isu atau provokator isu penculikan tersebut," jelas Kapolres.
(asy/ken)











































