Pengembangan Banyugeni UMY Diduga Libatkan Joko Suprapto Cs

Misteri Blue Energy

Pengembangan Banyugeni UMY Diduga Libatkan Joko Suprapto Cs

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2008 15:39 WIB
Yogyakarta - Blue energy yang dikembangkan Pusat Studi Pengembangan Energi Regional (Pusper) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) diduga kuat juga melibatkan kelompok Joko Suprapto cs. Salah satu indikasinya, salah satu anggota timnya adalah Purwanto, orang yang bersama Joko Suprapto mendatangi UGM.

Pusper UMY mengembangkan blue energy yang diberi nama Banyugeni. Blue energy ini merupakan bahan bakar berbahan baku air. Hdyrofuel ini akan dipatenkan dengan merek BanyugeniTM.

Seperti apakah pengembangan Banyugeni hingga saat ini? Rektor UMY Khoiruddin Bashori saat dihubungi detikcom beberapa hari lalu tidak mau bicara panjang lebar mengenai pengembangan Banyugeni yang sudah dilaunching bersama Bupati Bantul Idham Samawi pada awal 2008 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami masih terus mengembangkan," ungkap Khoiruddin singkat saat itu. Sementara para peneliti Pusper UMY yang terlibat pengembangan Banyugeni ini juga tiarap, cooling down. Hingga saat ini, Rabu (28/5/2008), mereka membatasi untuk berbicara di depan publik.

Penelusuran detikcom dari situs www.banyugeni.com, ternyata pengembangan Banyugeni ini juga melibatkan Purwanto. Diduga kuat Purwanto yang dimaksud adalah orang yang bersama Joko Suprapto mendatangi Rektor UGM pada 2005/2006 lalu saat membeberkan pembangkit listrik 'ajaib' dan bahan bakar air. Kedua temuan Joko Suprapto cs itu ternyata tak direspons UGM, karena tidak ilmiah.

Pusat Studi Energi (PSE) UGM juga telah menelusuri alamat-alamat yang diberikan kelompok ini. Dan ternyata setelah ditelusuri, alamat-alamat perusahaan mereka palsu. Karena itu, PSE UGM menilai kelompok Joko Suprapto cs adalah penipu. PSE UGM pun memutus komunikasi dengan mereka.

Dalam situs banyugeni disebutkan bahwa pengembangan BanyugeniTM ini dilakukan oleh para peneliti yang terdiri dari Purwanto, Bledug Kusuma Prasadja, Tony K. Haryadi, Lilik Utari, dan Nike Triwahyuningsih. Tapi, apakah Purwanto yang dimaksud memang kelompok Joko Suprapto cs? Hingga saat ini belum ada pejabat UMY yang bisa dihubungi untuk memberikan klarifikasi. Namun, informasi dari UGM, setelah tidak mendapat respons dari UGM, Joko Suprapto cs menghubungi universitas lain, termasuk UMY untuk menawarkan temuan-temuannya itu.

Apakah memang produk Banyugeni ini memang ada? Misterius! Namun, dalam berita di situs banyugeni itu, Rektor UMY mengungkapkan hydrofuel tersebut ditemukan melalui serangkaian penelitian selama setahun terakhir. Produk tersebut sudah diuji di PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya secara meyakinkan menunjukkan bahwa biofuel tersebut telah memenuhi standar bahan bakar BP Migas. Benarkah?
(asy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads