"Betul (Sigid ada di PKB). Artinya memang bohong kalau ada bersih-bersih di sana. Di sana tetap saja tidak bersih," kata Muhaimin di sela-sela acara Muhasabah Nasional Alim Ulama, 1 Abad Kebangkitan Nasional di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2008).
Menurut Muhaimin, akar masalah di PKB tidak selesai dengan masuknya Sigid. "Kita akan sampaikan kepada daerah-daerah karena ini sangat berbahaya," ujarnya.
Dikatakan dia, Gus Dur pernah berjanji menghapus nama Sigid. Namun ternyata tidak dilakukan.
Jadi sikap Gus Dur tidak jelas? "Ya. Ali juga sama saja, nggak punya keberanian," sahut pria yang juga Wakil Ketua DPR ini.
Sigid duduk sebagai anggota Dewan Syuro DPP PKB kubu Gus Dur. Hal itu tertuang dalam surat keputusan nomor 3167/DPP-02/IV/A/V/2008 yang ditandatangani Yenny Wahid pada 1 Mei 2008.
(aan/nvt)











































