"Demo mahasiswa hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas, sedangkan kenaikan BBM menimbulkan kemacetan hidup di berbagai daerah," kata aktivis mahasiswa 98, Adian Napitupulu, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (28/5/2008).
Banyaknya kecaman terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa juga hal yang biasa. Setiap hal memang selalu memiliki pro dan kontra. Sebab kenyataannya, tidak sedikit masyarakat yang mendukung demo penolakan BBM ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Adian, aksi turun ke jalan dilakukan para mahasiswa karena tidak ada jalan lain. Selama ini beribu keluhan masyarakat tidak pernah ditanggapi dengan baik oleh pemerintah.
Soal bentrokan dengan polisi, kata Adian, hal tersebut pada suatu titik memang tidak terhindarkan. Sebab kedua kelompok berada pada poisisi yang berseberangan.
"Polisi telah menjadi instrumen negara untuk menyukseskan kenaikan BBM. Sementara mahasiswa menolak kenaikan BBM. Jadi siapa pun yang menjadi alat negara untuk menaikkan BBM akan dilawan," tutur Adian.
Di sisi lain, sambung Adian, jika mahasiswa bergerak mereka tidak hanya membela rakyat. Para mahasiswa juga berjuang membela nasibnya sendiri yang kian terhimpit karena kenaikan BBM.
"Mereka harus melawan dengan segala cara untuk memastikan adik lelakinya kelak bisa kuliah. Mereka harus melawan untuk memastikan saudara wanitanya tidak menjadi pelacur karena kemiskinan dan sebagainya," tandas Adian.
(djo/nrl)











































