Joko Suprapto Cs Bawa Bahan Bakar Air, UGM Tak Tanggapi

Misteri Blue Energy

Joko Suprapto Cs Bawa Bahan Bakar Air, UGM Tak Tanggapi

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2008 13:05 WIB
Yogyakarta - Joko Suprapto cs mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak hanya mempresentasikan dan mendemokan 'Pembangkit Listrik Tenaga Jin'. Saat datang ke UGM tahun 2005/2006, Joko cs juga sudah menyinggung mengenai bahan bakar berbahan baku air yang saat ini menjadi berita heboh.

Kedatangan Joko Suprapto cs ke UGM ini sempat disambut dengan istimewa. Rektor UGM saat itu, Prof Sofyan Effendi, langsung menemui mereka. Sofyan didampingi oleh Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM Sudiartono, staf PSE Kusnanto, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Chairil Anwar.

Pertemuan pertama kali digelar di rumah dinas Rektor UGM. Dalam pertemuan itu, Joko Suprapto didampingi Purwanto dan sejumlah orang yang berjumlah 8 orang. Setelah pertemuan perdana, UGM dan Joko Suprapto cs menindaklanjutinya dengan pertemuan kedua di kantor Pusat Studi Energi (PSE) UGM.

Dalam pertemuan kedua, diskusi lebih intensif dilakukan, baik mengenai pembangkit listrik ajaib yang ditemukan Joko Suprapto Cs, maupun mengenai bahan bakar air. Dari PSE UGM yang hadir untuk melayani diskusi ini adalah Kepala PSE UGM yang juga pengajar di Fisika/Geofisika UGM dan Kusnanto pengajar Teknik Fisika UGM.

Menurut Sudiartono, dalam diskusi itu, Joko Suprapto dan Purwanto cs kesulitan menjawab pertanyaan-pertanyaan secara ilmiah. Salah satu yang ditanyakan mengenai pembangkit listrik ajaib yang mereka temukan adalah mengenai hukum kekekalan tenaga, terkait tidak adanya accu di dalam trafo (kotak ajaib) yang mereka temukan.

"Mereka mulai kesulitan menjawab hukum kekekalan tenaga, dengan mengatakan dan menceritakan perputaran elektron di orbit suatu atom serta tenaga eksitasi elektron yang pindah orbit, dan lain-lain, yang intinya menceritakan tabel atom di kuliah Kimia Dasar," ujar Sudiartono saat ditemui detikcom di kantor PSE UGM, Sekip Yogyakarta, Rabu (28/5/2008).

Dalam diskusi itu, Joko Suprapto dan Purwanto cs juga mengaku telah menciptakan pembangkit listrik tenaga matahari berkapasitas Giga Watt dengan cara melubangi ozon. "Dari sini kami mulai sudah tidak menanggapi lagi pernyataan mereka," kata dia.

Setelah itu, mereka juga melontarkan penemuan bahan bakar air itu. "Tapi, kami saat itu juga tidak menanggapi," ujar Sudiartono.

Karena tidak mendapat respons dari UGM, Joko Suprapto cs pun mencoba mendekati universitas-universitas lainnya, salah satunya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Apakah Banyugeni yang kini dikembangkan oleh UMY terkait dengan temuan Joko Suprapto itu? Tapi, yang pasti, saat itu Joko Suprapto cs gagal mendapat pengakuan atas hasil ciptaannya dari UGM, baik mengenai pembangkit listrik ajaibnya atau mengenai bahan bakar airnya. (bgs/asy)


Berita Terkait