"Tadi sekilas disinggung (dari Wapres) tambahan anggaran Rp 200 miliar Diknas sebagai kompensasi dari BBM sebagai bagian dari beasiswa di Diknas. Yang disinggung problem data. Akurasi data yang masuk Diknas," kata Sekjen Majelis Alumni IPNU Asrorun Niam usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (28/5/2008).
Pemerintah berencana memberi bantuan khusus kepada mahasiswa pada 400 ribu mahasiswa yang tidak mampu sebesar Rp 500 ribu per semester.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan dengan Wapres JK, IPNU menyampaikan program beasiswa PANTAS bagi pelajar yang dicanangkan IPNU. Karena selama ini tidak semua siswa yang mendapat kelonggaran biaya pendidikan.
Dalam pertemuan itu, menurut Niam, IPNU diminta menyusun data Program Beasiswa Pelajar Binaan Berprestasi (PANTAS) untuk siswa SMP dan SMA dengan lebih akurat. IPNU menargetkan akan memberikan beasiswa kepada 5.000 siswa untuk tahun ajaran baru.
PANTAS ini berupaya menggalang dan menyalurkan donasi dari semua pihak baik lembaga atau perusahaan. Menurut Niam, untuk memperoleh data secara riil si A miskin dan layak, perlu data yang akurat. (mly/fay)











































