"Kalau mahasiswa dikasari, ya kasar lagi. Ini caranya untuk menunjukkan kekuatan dan power. Jadi kerjanya ngeroyok sebab mahasiswa nggak punya senjata. Ini nggak boleh, mahasiswa bisa tercemar," kata pengamat pendidikan Arif Rahman kepada detikcom, Rabu (28/5/2008).
Menurut eksponen 66 ini, faktor yang menyebabkan aksi mahasiswa menjadi brutal antara lain disebabkan oleh demo tidak terorganisir dan mahasiswa terpancing kekutan politik yang kasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, kata Arif, identitas pendemo harus diketahui supaya bebas penyusup.
Apa ada indikasi ditunggangi intel asing? "Itu harus dibuktikan intelijen kita. Jangan main menuduh," sahut Arif. (aan/nrl)










































