"Saya berharap Menristek tidak tinggal diam agar masalah ini tidak membingungkan masyarakat. Apalagi ada yang menyebut-nyebut terkait orang di lingkungan Istana," kata Agung kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/5/2008).
Menurut dia, bila Blue Energy benar ditemukan, tentunya sangat mengejutkan. Karena Indonesia akan menjadi negara pertama yang menemukan teknologi tersebut. Tetapi dari segi rasionalitas, penemuan tersebut membutuhkan biaya dan teknologi yang tinggi sehingga tidak mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari kesimpangsiuran yang membingungkan masyarakat, Agung berharap, pemerintah terkait segera menyatakan sikap agar masalah tersebut menjadi jelas. "Jangan sampai ada Joko-Joko (penemu Blue Energy Joko Suprapto) lagi yang kita tidak tahu siapa dia," tandas politisi Golkar ini. (nvt/fay)











































