"Waktu WNA itu masuk ke dalam masjid, dia hanya menggunakan celana pendek. Dia mencak-mencak minta pengajian kami dihentikan," kata ustadz Budi Setiabudi, yang biasa memimpin pengajian di Masjid Al Muhsin, Jl Sutomo, Pekanbaru, Riau, kepada detikcom, Rabu (28/5/2008).
Budi yang merupakan lulusan IAIN Susqa Pekanbaru itu menjelaskan, WNA itu datang tanpa sepengetahuan mereka. Suara pria itu juga awalnya tidak begitu terdengar karena pengajian yang disebut dengan istilah Pendidikan Subuh itu menggunakan pengeras suara di dalam dan di luar masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menyebutkan, WNA itu memiliki ciri-ciri tinggi dengan rambut pirang. Usia diperkirakan sudah kepala empat. "Tapi kami tidak kenal dengan dia," kata Budi. (cha/djo)











































