Kenangan Demo 66 Arif Rahman

Kenangan Demo 66 Arif Rahman

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2008 11:21 WIB
Jakarta - Semua orang tahu, Arif Rahman adalah praktisi pendidikan nasional terkemuka. Namun jarang yang tahu kalau pria bersuara lembut ini adalah aktivis mahasiswa 1966.

Aksi mahasiswa yang cenderung merugikan kepentingan umum belakangan ini membuatnya teringat pada aksi-aksi demo yang digalangnya pada 1966. Kala itu, oknum yang bermaksud menyusupi demo mahasiswa, dengan cepat bisa diketahui.

"Pada zaman apa pun selalu ada demo mahasiswa yang keluar jalur. Di tahun 1966, 1978, 1998 dan 1999 yang saya alami. Misalnya, waktu demo tahun 1966, ada yang mau mencuri di Kedutaan Besar RRC. Lalu oleh saya dan Fahmi Idris (kini Menperin) dia dilucuti," kata Arif kepada detikcom, Rabu (28/5/2008).

Agar demo tidak keluar dari jalur aspirasi, menurut dia, harus ada gugus kendali kegiatan. Gugus kendali itu diterapkannya dalam berbagai demo era 1966 yang kemudian menggulingkan Orde Lama.

"Korlap tidak boleh jalan sendiri dan harus diikuti gugus kendali kegiatan. Gugus kendali kegiatan inilah yang mengendalikan kalau ada penunggangan dan kelompok lain," bebernya.

Alumnus IKIP Jakarta ini mengaku tahu dan mengenal setiap peserta aksi sehingga aman dari penyusupan.

"Dulu saya tahu kalau ada orang luar yang masuk ke barisan. Saya tanya, kamu itu siapa? Dia bilang, saya membela rakyat. Saya bilang, kalau kamu membela rakyat keluar barisan. Jangan di sini, ini barisan mahasiswa," kisahnya.

Arif menilai demo meminta  BBM turun belakangan ini bagus asal tidak anarkis. "Tetapi kalau ada yang menunggangi, mencoret-coret, mengganggu kelancaran lalu lintas, kasar dan brutal, yang harus menindak mahasiswanya, bukan polisi," kata Arif.

Arif berharap gugus kendali kegiatan yang diterapkannya pada demo 1966 masih diterapkan hingga kini, sehingga jika ada yang melenceng, cukup mahasiswa saja yang mengingatkan. (aan/nrl)


Berita Terkait