"Mahasiswa kan ingin mengekspresikan diri tapi harus bisa menahan diri. Jangan sampai langkahnya jadi bergeser lalu menimbulkan antipati masyarakat," kata Mahfudz dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (28/5/2008).
Antipati masyarakat bisa muncul apabila aksi mahasiswa justru membuat repot masyarakat. Seperti misalnya memblokir jalan sehingga masyarakat sulit mengakses jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait mahasiswa yang menganiaya polisi di depan kampus Universitas Moestopo Beragama Jakarta, menurut Mahfudz, sulit menentukan pihak mana yang memulai duluan sehingga terjadi aksi semacam itu. "Kondisi di lapangan kan panas. Bisa saja terpengaruh dengan kasus di Unas. Kedua pihak harus tahan dirilah," tandasnya. (nvt/fay)











































