Pengamat: Polisi dan Mahasiswa Jangan Terpancing

Pengamat: Polisi dan Mahasiswa Jangan Terpancing

- detikNews
Rabu, 28 Mei 2008 09:59 WIB
Jakarta - Bentrokan antara polisi dan mahasiswa diduga tidak berdiri sendiri. Ada pihak yang diduga menunggangi. Polisi dan mahasiswa harus bisa saling menahan diri dan tidak terprovokasi.

"Saya khawatir jika aksi ini terus menimbulkan kemarahan, maka semua unsur akan ikut bermain. Mereka akan terus menunggangi dan memancing di air keruh," kata Lili Romli, pengamat politik LIPI saat dihubungi detikcom, Rabu (28/5/2008).

Dia meminta kepada polisi dan mahasiswa bisa saling menahan diri dan tidak terprovokasi oleh orang yang mengambil keuntungan dari konflik ini. Sebab kuat dugaaan aksi unjuk rasa BBM ini sudah tidak murni lagi dan mengarah pada kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polisi harusnya sudah punya pengalaman, setiap kasus kekerasan tidak efektif dan akan membuat kemarahan yang lebih luas. Begitu juga mahasiswa jangan mau ditunggangi, yang rugi adalah mereka," ujar Lili, Doktor dari Universitas Indonesia ini.

Lili menilai, cara-cara kekerasan tidak akan bisa menyelesaikan masalah. "Justru kekerasan itu akan menimbulkan kekerasan lainnya, dan membuat masalah makin runyam," tutur Lili.

Terkait dengan kasus penganiayaan polisi di kampus Moestopo dan temuan narkoba di Unas, Lili menilai penegakan hukum harus tetap dilakukan. "Tidak perlu mencari kambing hitam. Sanksi harus tetap diberikan kepada pelanggarnya," jelas Lili. (mar/nrl)


Berita Terkait