"Kami menjamin politisi-politisi NU akan mendapat tempat secara khusus di masa depan. Komposisinya 70 persen banding 30 persen profesional," katanya usai acara silaturahmi dengan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi dan kiai sepuh menjelang Muhasabah Nasional Alim Ulama dalam memperingati Satu Abad Kebangkitan Nasional di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (27/5/2008).
Menurut Muhaimin, selama ini ada proses yang tidak rasional terjadi di PKB karena sistem yang ada dirusak sendiri oleh oknum-oknum PKB. Sehingga hal itu mengakibatkan kekecewaan kader-kader yang sudah bekerja keras dan berjasa membesarkan partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesediaan Hasyim Muzadi untuk berdialog dan menyambut para kiai dan DPP PKB, disebut Muhaimin, sebagai dukungan moral bagi PBNU pada PKB. Lebih lanjut, nasihat Hasyim dalam pertemuan akan menjadi awal yang baik bersatunya kaum nahdliyin untuk menyongsong Pemilu 2009.
"Kita sangat bersyukur karena beliau (Hasyim Muzadi) secara moral dan kultural mempunyai komitmen untuk mengawal kami. Karena secara formal tidak mungkin PBNU berpolitik praktis," ucapnya.
Sebagai bentuk balasan DPP PKB atas dukungan PBNU, Muhaimin berjanji FKB akan berusaha menyejahterakan kaum nahdliyin selain kaum marjinal lainnya. Kedua, akan lebih serius memperhatikan pesantren-pesantren NU sehingga merasakah pemerataan pembangunan. Ketiga, terus menjalin komunikasi politik dengan PBNU terkait kebijakan strategis. (gah/gah)











































