Hal itu tampak dari aksi demonstrasi di Kampus Moestopo, Jl Hang Lekir Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2008). Walau aksinya menjurus anarkis dengan pembakaran ban dan pemukulan terhadap polisi, tidak seorangpun polisi berseragam yang tampak melakukan penjagaan.
"Seperti di UKI penanganannya sangat baik. Jadi kita kembalikan ke pihak Moestopo. Kalau butuh bantuan ya kita bantu," kata Kapolda Irjen Pol Adang Firman usai menghadiri rapat dengan gubernur DKI dan rektor se-Jakarta di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/5/2008).
"Polisi akan terus melakukan penegakan hukum. Jika itu dibutuhkan, jawab Adang saat ditanya apakah polisi akan tetap melakukan tindakan represif.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyampaikan apresiasinya pada rektor UKI yang membubarkan demo mahasiswanya dengan damai. Meski tidak takut pada polisi, mereka rupanya masih menuruti apa kata rektornya.
"Dalam rapat tadi saya juga memberikan penghargaan kepada rektor UKI yang mampu mengatur mahasiswanya sehingga mereka bisa tertib lagi, tidak memberikan keributan di jalan," katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) Suharyadi mempersilakan polisi masuk bila diminta rektorat. "Kalau polisi diundang oleh rektor untuk melakukan pengamanan, ya polisi dipersilakan untuk masuk kalau diminta oleh rektor," imbuhnya. (gah/gah)











































