Aksi yang dimulai Senin (26/05/2008) pagi, di pinggir lapangan sepakbola kampus IAIN Raden Fatah, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Sumatera Selatan, hanya beralaskan tikar.
Hari ini, Selasa (27/05/2008), mereka tampak masih kuat dan terus berorasi memrotes keputusan pemerintah menaikan harga BBM pada 24 Mei lalu. Rencananya, aksi mogok makan akan bertahan hingga 1 Juni nanti atau selama seminggu.
Sejumlah mahasiswa IAIN Raden Fatah itu telah menyebarkan undangan pada universitas lainnya, seperti Unsri, UMP, PGRI, dan Bina Darma untuk bersama-sama ikut aksi mogok makan. Mereka menuntut pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM dan segera nasionalisasi perusahaan tambang asing serta penghapusan utang luar negeri.
Menurut Dodi Penalosa, Humas LMND, mogok makan merupakan simbol kesengsaraan rakyat akibat kenaikan minyak dan kebutuhan pokok. (tw/djo)











































