Diceritakan Iswahyudi, pejabat Sarana Harapan Indocorp (SHI: perusahaan yang akan memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan blue energy ), beberapa peneliti yang mempunyai idealisme yang sama, ingin membentuk pusat penelitian.
Akhirnya, terbentuklah pusat penelitian pangan, energi dan air atau Center for Food, Energy and Water Studies (CFEWS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat penelitian ini, imbuh dia, baru berdiri sekitar 1 tahun. "Baru mulai bulan November 2007 dan kita merasa membutuhkan 1 fasilitas," imbuhnya.
Di bidang pangan, imbuh dia, pusat penelitian ini berusaha membuat bibit unggul pada beberapa komoditas pangan seperti padi, jagung, kedelai dan lainnya.
Di bidang energi, pusat penelitian ini berprinsip menghindari bahan bakar fosil. "Kedua, konsep kita tak akan membuat bahan bakar nabati yang tidak bersaing dengan kebutuhan perut. Kalau orang bikin bahan bakar diesel dari CPO (Crude Palm Oil), saya nggak mau dari CPO, karena lemahnya CPO," kata dia.
Selain itu, karena institusi swasta, penelitian ini dibiayai sendiri tanpa ada 1 sen pun bantuan dari pemerintah. Mengenai transparansi, Iswahyudi mengatakan akan membuka hasil penelitian bila berhasil.
"Tidak ada yang boleh menuntut ini harus selesai tanggal sekian. Pak Joko (Joko Suprapto) waktu itu hanya mengatakan akan berbuat yang terbaik untuk bisa selesai pada waktu tertentu. Masih ingat pesawat ulang alik? Mau terbang ditunda, apa salahnya? Dia mencoba menyempurnakan," ujar sarjana Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Dengan adanya berita simpang siur tentang blue energy temuan Joko Suprapto, Iswahyudi merasa kasihan. Apalagi ditambah berita tentang 'raib'-nya Joko.
"Saya terus terang kasihan sama Pak Joko. Kalau saya, saya akan sangat menghargai orang-orang yang punya ide gila, orang-orang yang berpikir apa pun bentuknya. Bagaimana kita mengembangkan itu," kata dia.
Mengenai keadaan Joko saat ini, Iswahyudi mengatakan tidak tahu pasti. Namun, penelitian Joko mengatakan akan tetap dilanjutkan.
"Penelitian yang dilakukan anak bangsa semoga bisa bermanfaat untuk rakyat pada umumnya. Untuk meningkatkan ekonomi selain untuk penemunya sendiri juga untuk kepentingan rakyat dan bangsa," kata dia.
Dalam situs Gerakan Indonesia Bersatu (GIB) dijelaskan, SHI bersama GIB pada tanggal 20 November 2007, melakukan perletakan batu pertama pembangunan fasilitas CFEWS . Fasilitas penelitian CFEWS yang namanya diberikan oleh Presiden SBY ini mungkin kelak lebih tepat dikatakan sebagai sebuah taman atau kebun rekreasi penelitian teknologi bagi kemaslahatan rakyat bangsa Indonesia.
Fasilitas yang terletak di desa Cikeas Udik ini berada di hamparan tanah sekitar 10 ha yang sebagian besar berupa kebun buah-buahan dan sawah pertanian. Pada saatnya nanti, berbagai penelitian dan pengembangan inovasi teknologi, yang sebagian di antaranya sementara ini telah dilakukan diberbagai daerah, akan dipusatkan di tempat ini. (nwk/nrl)











































