"Yang benar mengalihkan subsidi dari subsidi barang (BBM) ke subsidi orang. Kalau subsidi barang itu selalu distortif," kata Jubir Presiden Andi Mallarangeng menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Menurut Andi, subsidi selama ini tidak tepat sasaran. Orang yang banyak mengkonsumsi BBM adalah yang paling banyak mendapat subsidi. Masyarakat miskin yang tidak bisa membeli BBM tidak mendapat apa-apa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi menanggapi ringan rencana Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang meminta FPDIP mengajukan hak angket. Pemerintah siap menjawab semua pertanyaan DPR.
"Ibu Mega dulu juga kasih naik harga BBM," pungkasnya. (fay/nrl)











































