Ancah (30) tewas setelah 2 jam dirawat intensif di RSUD Syahrani, Jl dr Soetomo, Samarinda, Selasa (27/5/2008). Selama dirawat korban tidak sempat sadarkan diri.
"Korban menderita luka yang cukup parah pada bagian kepala, lengan kiri dan kaki kiri. Saat dilarikan ke RS kondisinya sangat kritis," kata juru bicara RSUD Syahrani, Nurlina Adriati Noor.
Masih Diselidiki
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih ada 12 kontainer lainnya yang memuat tabung elpiji. Kasus ini sekarang ditangani oleh Satuan Reskrim Polda Kaltim," kata Kapolres KP3 pelabuhan kontainer Samarinda AKP Handoko.
Menurut Handoko, tabung-tabung elpiji tersebut dikirim melalui ekspedisi Anugrah dengan menggunakan jasa pelayaran Alken Lines. Saat ini polisi masih mencari keberadaan pengusaha berinisial A yang diduga sebagai pemesan elpiji tersebut.
Harga elpiji di Samarinda memang termasuk tinggi. Di tingkat pengecer, harga elpiji ukuran 12 kg bisa mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu. (djo/nrl)











































