Para sopir angkot bergerak sekitar pukul 09.30 WIB ke balaikota, Jalan Pemuda, Selasa (27/5/2008). Mereka memarkir armadanya di halaman dan jalan di depan balaikota.
Satu jam kemudian, sejumlah pewakilan diminta masuk ke ruang pertemuan. Di sana, mereka ditemui staf ahli walikota. Dialog pun berjalan tak sehat, karena para sopir menghendaki ditemui walikota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah datang baik-baik tapi tidak dihargai. Sukawi (walikota) Koruptor! Makanya kini dia jadi tersangka," kata Rojikin di depan teman-temannya.
Rojikin yang mengaku sebagai salah satu ketua paguyuban sopir angkot itu mengatakan, pihaknya tak mau menaikkan tarif angkot seenaknya. Karena itu, sebagai kompensasi kenaikan harga BBM, mereka meminta pemkot memberi subsidi khusus.
Rojikin yang berstatus sebagai sopir angkot jurusan Manyaran itu mengajak teman-temannya memblokade akses Bandara Ahmad Yani dan rumah dinas walikota. Aksi itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap pemkot dan DPRD.
"Beri waktu kami waktu seminggu untuk mengoordinasikan teman-teman. Tidak hanya angkota, tapi juga bis dan taksi. Walikota dan DPR sama-sama penipu!" katanya.
Hingga pukul 12.15 WIB, para sopir angkot masih memenuhi teras pintu masuk lobi kantor walikota. Mereka hanya berorasi dan sebagian lainnya duduk-duduk. Mereka dijaga puluhan polisi dan personel Satpol PP. (try/djo)











































