Kedatangan rombongan tersebut ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/5/2008) diterima perwakilan dari FPDI Perjuangan yakni Aria Bima dan Elviana. Dalam rombongan tersebut ada 6 orang yang berpakaian ala tokoh perwayangan. 4 Pria berdandan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Sedangkan 2 perempuan merias diri seperti Arjuna dan Srikandi.
'Tokoh wayang' itu adalah pegawai honorer Dinas Pariwisata Jawa Tengah yang juga penari di Grup Tari Sriwedari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kompensasi setelah masa purnabakti pegawai honorer juga tidak jelas," kata Koordinator Forum Komunikasi Pegawai Honorer 46+ Prihanto.
Mereka pun meminta agar pegawai honorer yang telah berumur 46 tahun ke atas dan memiliki masa bakti di atas 10 tahun, diangkat menjadi CPNS. "Pegawai honorer yang tidak punya ijazah kalau susah jadi CPNS tolong penghasilannya dinaikkan," pinta Prihanto.
Ibu yang berdandan ala Arjuna menuturkan, dirinya telah mengabdi sebagai pegawai honorer selama 35 tahun. "Tetapi gaji saya masih Rp 775 ribu," ucapnya memelas.
Lima puluh orang itu berencana tetap bertahan di Jakarta hingga 30 Mei. Mereka akan menemui Menneg PAN untuk menyampaikan aspirasi. (nvt/fay)











































