Joko, demikian ia biasa disapa, lalu ditemukan di RS dr Soedono, Madiun, Jatim. Konon, suami Winda Mirah itu harus dirawat intensif karena sakit jantung.
Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Yoseph Adi Prasetyo menilai ada keanehan dalam kasus 'raib'-nya Joko.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari keterangan itu saja bisa dilihat ada logika yang bengkok," lanjutnya.
Namun, kata Stanley, Komnas HAM tidak akan mengungkap skandal hilangnya Joko. Pihaknya, hanya akan memastikan dan menjamin keselamatan Joko.
"Bagaimana pun Pak Joko itu aset yang harus dilindungi terlepas penemuannya itu benar atau salah," tandasnya.
Stanley mengatakan, kerabat Joko saat ini masih merasa ketakutan karena ada pihak yang mengancam keselamatan Joko. Mereka pun berniat meminta perlindungan Komnas HAM.
"Ini baru dalam proses. Nanti kita akan ketemu di suatu tempat. Setelah itu Pak Joko kita amankan," katanya. (ken/nrl)











































