Tudingan ini dilontarkan Castro sehubungan dengan komentar Obama mengenai embargo perdagangan AS terhadap Kuba.
Dalam pidatonya di depan Yayasan Nasional Amerika Kuba di Miami, AS, pekan lalu, Obama mengatakan akan mempertahankan sanksi perdagangan AS terhadap Kuba yang telah berlangsung hampir 50 tahun. Itu dilakukan sebagai upaya untuk mendorong perubahan demokrasi di Kuba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pidato Obama bisa diterjemahkan sebagai formula untuk kelaparan bagi negeri ini," tulis Castro dalam kolom yang diterbitkan koran-koran milik pemerintah Kuba seperti dilansir News.com.au, Selasa (27/5/2008).
Castro juga mengkritik komentar Obama mengenai Kuba. Dalam pidatonya, Obama menyebut Kuba tidak demokratis dan kurang menghargai kebebasan dan hak-hak asasi. Menurut Castro, ucapan Obama itu sama dengan argumen pemerintahan AS terdahulu yang "digunakan untuk membenarkan kejahatan mereka terhadap tanah air kita".
Castro tidak pernah terlihat di depan publik sejak menjalani operasi pada Juli 2006 lalu. Namun dia kerap menulis kolom di sejumlah surat kabar. Jabatan Castro diambil alih oleh adiknya, Raul Castro pada Februari lalu.
(ita/nrl)











































