"Polisinya harus jelas. Polisi masuk kampus juga sebuah kesalahan," ujar eksponen gerakan 1998 Fachri Hamzah kepada detikcom, Selasa (27/5/2008).
Kalau polisi masuk kampus, imbuh Fachri, pertanda bahwa aparat tidak percaya kepada otoritas rektor. Yang harus dilakukan adalah bertanya pada rektor.
"Tinggal diingatkan kepada rektor. Kenapa banyak orang preman di dalam kampus. Rektor perlu menjelaskan," kata wakil ketua FPKS DPR ini.
Mahasiswa menjadi radikal, imbuh Fachri, biasanya karena ada kebuntuan komunikasi. "Itu saja teorinya," kata dia.
Jangankan mahasiswa, lanjutnya, elit politik saja kalau mengalami kebuntuan komunikasi bisa juga menjadi geger.
"Begitu diajak ngomong, begitu dikomunikasikan dengan baik, nggak bakal geger-gegeran begini. Mahasiswa itu akan reda dengan sendirinya kalau ada penyelesaian. Mahasiswa seperti termometer di tubuh masyarakat. Kalau masyarakat panas yang meledak duluan itu mahasiswa," kata dia. (nwk/nrl)











































