Mereka bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, dengan mengenakan rompi putih. Lambang bendera Merah Putih tersemat di kiri rompi, sedangkan lambang burung Garuda dipasang di kanan rompi.
Para perawat dan dokter tersebut diberangkatkan dengan pesawat Garuda GA 898. Mereka dilepas oleh Kepala Pusat Penangulangan Krisis Depkes Rustam Pakaya dan Wakil Dubes China untuk Indonesia Yang Lingzau.
Para relawan itu adalah perawat dan dokter dari RS Wahidin Makassar, RSCM, RS Dr Soetomo dan tim medis TNI. Jumlah relawan dari RS sebanyak 15 tim medis, sedangkan sisanya dari tim medis TNI. Mereka akan berada di Negeri Panda itu selama sebulan.
"Kita hari ini melepas 20 tenaga dokter sesuai permintaan pemerintah China. Ada spesialis bedah, penyakit dalam, dokter anak, dokter umum, dan perawat. Ini baru pertama dokter Indonesia ditugaskan di RS asing," ujar Rustam, Selasa (27/5/2008).Rustam menuturkan, penambahan tim medis akan dilakukan, namun pihaknya akan melihat situasi dan kondisi di China terlebih dulu.
Wakil Dubes China Yang Lingzau menyatakan, ada 7.600 warga Provinsi Gansu, China yang mengalami luka-luka. Gempa tersebut juga menewaskan 367 orang.
"Gempa sudah 2 minggu lebih. Ini tergantung pasien, kalau masih banyak mungkin tim medis akan lebih lama di sana. Selain itu banyak rumah roboh dan orang-orang luka," kata Yang. (nik/nvt)











































