Kecurigaan mahasiswa berawal karena pedagang asongan masuk ke dalam kampus. Si pedagang bernama Odan ini membagi-bagiakan rokok kepada warga yang berkerumun dengan gratis karena ketakutan.
"Kita curiga saja. Kok lagi susah gini malah bagi-bagi dagangan dan alasannya ketakutan. Ini tidak masuk akal, jadi kami geledah saja," kata seorang mahasiswa UKI, Ari, di Jl Mayjen Sutoyo, Jakarta, Senin (26/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari pemeriksaan tidak ditemukan barang-barang yang mencurigakan. Tidak ada HP, HT, bahkan KTP. Yang ada hanya ada kartu pemilih pemilu," ujar Ari.
Sementara hingga kini aksi mahasiswa masih berlanjut. Mereka masih menutup jalan dan membakar ban. (mly/mly)











































