Ratusan orang yang berdemo itu mengatasnamakan, Persatuan Rakyat Idonesia Bangkit (Perakit) dan Front Rakyat Menggugat (FRM). Para demonstran ini berjubel di pintu gerbang gedung DPRD Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (26/5/2008). Aksi demo ini dikawal ratusan personel dari Poltabes Pekabaru dan Polda Riau.
Mereka meminta bertemu dengan seluruh anggota DPRD Riau untuk menandatangani pernyataan sikap, yang isinya antara lain menolak kenaikan harga BBM serta mendesak agar SBY-JK mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat terjadi perdebatan antara demonstran dengan anggota dewan ini. Para pengunjukrasa meminta Eddy RM menghadirkan anggota dewan yang lainnya untuk ikut menandatangani pernyataan sikap.
Β
Karena terus didesak, Eddy akhirnya bersedia mememuhi tuntutan itu. Enam orang perwakilan demonstran diizinkan masuk ke gedung DPRD Riau. Di sana utusan pendemo dipertemukan dengan enam orang anggota DPRD Riau. Mereka adalah, Syamsul Hidayah Kahar (PG), Edi Basri (PBR), Homat Manurung (PDIP), Himani (PAN) dan Mukti Sanjata (PKS).
Para anggota dewan ini diminta menandatangani empat tuntutan yang diajukan pendemo. Mereka tak kuasa menolak permintaan para demonstran. Pernyataan sikap yang sudah ditandatangani para anggota dewan itu kemudian dikirim ke DPR dan sekretariat kepresidenan di Jakarta melalui faksimili. (cha/djo)











































