Hal itu disampaikan Ketua MPR, Hidayat Nurwahid kepada wartawan di Solo sebelum menjadi pembicara seminar yang diadakan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Surakarta di Balaikota Surakarta, Senin (26/5/2008).
"Mahasiswa, polisi dan juga rakyat seluruhnya menjadi korban dari kenakan harga BBM yang dilakukan tidak sepaket dengan kebijakan-kebijakan pendukung. Seharusnya diciptakan kondisi yang kondusif agar tidak ada problem yang menyertai setelah menaikkan BBM," ujar Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akibat saja. Saling marah, lempar batu, lempar molotov, represif itu reaksi karena semua telah menjadi korban kebijakan kenaikan harga BBM itu. Tuduh-menuduh di antara kita, lempar-melempar, tangkap-menangkap itu akhirnya terjadi," ujarnya
Karenanya dia meminta kepada pemerintah untuk mengedepankan sikap kenegarawanan dalam menyikapi dampak-dampak yang terjadi akibat kebijakannya dengan mengambil langkah-langkah terobosan yang elegan untuk menghindarkan kondisi yang lebih parah. (mbr/djo)











































