Polisi Serbu Unas Karena Mahasiswa Sudah Anarkis

Polisi Serbu Unas Karena Mahasiswa Sudah Anarkis

- detikNews
Senin, 26 Mei 2008 14:46 WIB
Jakarta - Pemerintah memahami aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM, khususnya di Kampus Unas. Namun, aksi unjuk rasa pembakaran ban dinilai sudah mengganggu ketertiban umum, bahkan mengganggu pelaksanaan ibadah salat subuh.

"Aksi unjuk rasa merupakan kebebasan di dalam alam demokrasi. Namun, pada saat aksi unjuk rasa melakukan pembakaran ban di luar kampus, ini sebenarnya menunjukan bahwa unjuk rasa ini sudah mengganggu ketertiban umum," kata Menko Polhukam Widodo AS dalam jumpa pers usai rapat terbatas di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2008).

Oleh sebab itu, menurut Widodo, aparat kepolisian berupaya mengamankan aksi unjuk rasa yang dinilai anarkisme. Apalagi, aksi yang berlanjut hingga menjelang waktu salat subuh, sehingga sejumlah warga yang merasa terganggu meminta polisi untuk menghentikan aksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Permintaan warga yang disampaikan aparat keamanan tidak direspon mahasiswa. Pada pagi itu terjadi anarkisme, penyerangan aparat, bom molotov, pelemparan batu. Ini sebenarnya sudah memberikan ketakutan warga sekitar, termasuk aparat mengalami luka-luka. Maka petugas melakukan upaya penanganan dan menangkap pelaku ke dalam kampus," jelasnya.

Widodo menjelaskan, di dalam kampus sendiri terjadi perlawanan. Akhirnya aparat menangkap 148 mahasiswa dan sejumlah barang bukti seperti botol minuman keras, jerigen minyak tanah, lintingan ganja dan beberapa senjata tajam.

Dari 148 orang yang ditangkap, 114 orang tercatat sebagai mahasiswa Unas, 6 orang alumni Unas, selebihnya mahasiswa perguruan tinggi lainnya. Dari 148 orang, tinggal 34 orang yang masih ditahan.

Berkaitan adanya isu tiga mahasiswa yang hilang, Polri sudah mendapatkan kepastian bahwa itu isu yang tidak benar setelah mengkonfimasi dengan pihak rektorat Kampus Unas.

Kritikan terhadap tindakan penyerbuan polisi ke dalam kampus, Widodo mengatakan, telah melakukan langkah-langkah untuk meyakinkan aparat melakukan tindakan sesuai prosedur. Oleh sebab itu, saat kejadian sudah diturunkan aparat dari Irjen Mabes Polri, Propam Polda Metro Jaya.

"Aparat keamanan masuk ke kampus, itu terkait penangkapan pelaku anarkisme yang lari ke dalam kampus dan ini terkait penegakan hukum, termasuk di dalamnya operasi narkoba," ujarnya.
(zal/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads