"Untuk kasus unjuk rasa di Unas sendiri, aparat akan akan segera menyelesaikan kasus ini secara tuntas melalui percepatan penyelesaian hukum dan pencarian pihak-pihak yang berperan memprovokasi anarkisme dan kekerasan," kata Menko Polhukam Widodo AS dalam jumpa pers usai rapat koordinasi terbatas di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (26/5/2008).
Untuk itu, lanjut Widodo, pihak kepolisian sudah melakukan komunikasi dengan pihak Rektorat Unas atas peristiwa beberapa hari lalu. Pemerintah sendiri menyadari bahwa unjuk rasa akan selalu ada dalam kehidupan berdemokrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, menurut Widodo, realitasnya di lapangan selalu ada pihak-pihak yang mendorong terjadinya anarki dan ingin membenturkan para pengunjuk rasa dengan aparat keamanan.
"Berkaitan dengan itu semua, untuk kesekian kalinya pemerintah mengatakan bahwa unjuk rasa rasa memiliki wadah sendiri dan perlu kewaspadaan dari para pengunjuk rasa agar unjuk rasa tidak digunakan di luar kepentingan-kepentingan lain," pintanya.
Sementara, Kapolri Jenderal Pol Sutanto enggan menyebutkan siapa saja pihak yang dimaksudkan melakukan provokasi dan sengaja membenturkan pengunjuk rasa dengan aparat keamanan. "Saya kira, kita sudah tahu lah. Siapa-siapa sudah tahu semua," jawabnya singkat tanpa merinci lebih detil lagi. (zal/gah)










































