"Kami minta Kapolda dan Kapolri dihadirkan di sini," kata perwakilan mahasiswa Unas, Reza Rusnandi, di depan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5/2008).
Menurut Reza, polisi telah membabi buta dan pukul rata. Banyak mahasiswa yang tidak terlibat unjuk rasa ikut diciduk. Selain itu mereka mensinyalir ada rekayasa mengenai ganja dan granat nanas.
"Ada yang demo, ada yang beraktivitas di kampus. Tetapi kenapa saat penyerangan yang jadi korban bukan hanya massa aksi tetapi seluruh mahasiswa. Soal ada granat nanas dan lain-lain, kami menilai ada peletakan barang bukti untuk mendiskreditkan kami," imbuh Reza.
Menanggapi keluhan mahasiswa, anggota DPR sependapat. Menurut DPR, Kapolri patut dipanggil untuk pengusutan yang lebih tuntas.
"Kami sangat prihatin. Kejadian itu seperti cara-cara Orba yang sudah kita tinggalkan 10 tahun lalu. Kami minta diusut tuntas," ucap anggota Komisi III Sahrin Hamid.
(Ari/nrl)











































