Mulut Ditutup Plester, KAMMI Semarang Aksi Mogok Makan

Tolak Kenaikan BBM

Mulut Ditutup Plester, KAMMI Semarang Aksi Mogok Makan

- detikNews
Senin, 26 Mei 2008 10:28 WIB
Semarang - Meski pemerintah telah mengetuk palu kenaikan harga BBM, bukan berarti demo menolak kebijakan itu berhenti. Di Semarang, puluhan mahasiswa mogok makan menolak kenaikan harga BBM.

Aksi mogok makan itu dilakukan puluhan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di kantor gubernur Jawa Tengah, Jl Pahlawan, Semarang, Senin (26/5/2008).

Para mahasiswa ini memulai aksinya dari bundaran air mancur Semarang, sekitar 150 meter dari kantor gubernur Jawa Tengah. Dari tempat itu, mereka berjalan kaki menuju kantor gubernur Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semua peserta aksi, kecuali sang orator, menutup mulutnya dengan plester berwarna hitam. Mereka memakai ikat kepala dan mengusung sebuah spanduk bertuliskan 'Aksi Mogok Makan Menolak Kenaikan BBM'.

"Hidup rakyat...hidup rakyat," teriak mahasiswa yang menjadi orator berulang kali dengan penuh semangat.

Namun para peserta unjuk rasa hanya bisa menjawab yel-yel mereka dengan gumanan. Maklum, mulut mereka semua tertutup plester. "Hemmm...hemmm!"

Situasi ini pun menjadi tontonan yang lumayan lucu bagi beberapa pegawai kantor gubernur Jawa Tengah. Tidak sedikit dari mereka yang tersenyum geli sebelum masuk ke ruang kerja.

Para mahasiswa ini berencana akan menginap di kantor gubernur Jawa Tengah. Aksi ini dijaga ketat puluhan aparat keamanan.

(djo/nrl)


Berita Terkait