Polisi Paranoid dan Tak Pahami Kebebasan Kampus

Kasus Unas

Polisi Paranoid dan Tak Pahami Kebebasan Kampus

- detikNews
Senin, 26 Mei 2008 02:47 WIB
Jakarta - Peristiwa di Kampus Unas pascakenaikan harga BBM terus menimbulkan kecaman terhadap kepolisian. Polisi dinilai tidak pernah belajar dalam menangani demo di kampus dan terkesan paranoid.

"Sikap polisi terhadap gerakan mahasiswa sudah tergolong paranoid serta membahayakan wilayah demokrasi," kata Direktur Eksekutif Syahganda Nainggolan Cides dalam keterangan yang diterima detikcom, Senin (26/5/2008).Β  tegas Syahganda.

Menurutnya, tindakan brutal polisi di Kampus Unas saat membubarkan aksi demo menolak kenaikan harga BBM mencerminkan sikap premanisme di tubuh kepolisian yang jauh dari etika hukum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cara seperti itu hanya dilakukan polisi dari kekuasaan tirani atau pemerintahan otoriter, yang aparat polisinya paranoid serta selalu menangkapi mahasiswa karena takut pada suara kekebasan," tuturnya.

Menurut Syahganda, wilayah kampus merupakan ruang ekspresi moral mahasiswa yang patut dihormati pihak luar. "Jadi, memang menyedihkan menyaksikan polisi mengotori kampus secara membabi-buta, seolah-olah kampus merupakan sarang para kriminal atau medan perang bagi polisi," ujar Syahganda heran.

Untuk itu, Syahganda menyarankan agar Kapolri Jenderal Sutanto segera turun tangan untuk menyelesaikan kasus ini. Sutanto harus membuka dialog dengan mahasiswa Unas guna mengembalikan lagi kepercayaan terhadap kepolisian.

"Namun demikian, lebih penting dari semuanya adalah polisi harus belajar memahami gerakan moral mahasiswa, agar tidak menjadi polisi paranoid yang anti pada suara demokrasi," pungkasnya.
(ary/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads